Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Rabat Kerajaan Maroko mengukir sejarah baru dalam dinamika politik nasionalnya. King Mohammed VI secara resmi menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri, koordinator kepemimpinan kolektif Partai Otentisitas…

View More Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Lampung Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung sekaligus Pimpinan Media Koran KPK Group, Husin Muchtar, mengajak masyarakat memperingati 30 September 2026 dengan mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurut Husin, peringatan 30 September hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa sejarah bangsa. “Mari kita mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan bangsa dan negara. Semoga nilai perjuangan, keberanian, pengabdian, dan kecintaan kepada Indonesia terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Husin Muchtar, Rabu (30/9/2026). Ia mengatakan, peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut mengakibatkan gugurnya sejumlah perwira Angkatan Darat dan menjadi bagian dari rangkaian sejarah nasional yang hingga kini terus dipelajari. Bagi Husin, mengenang sejarah dan jasa para pahlawan harus diiringi dengan komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi saat ini, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. “Pengorbanan para pahlawan jangan sampai dilupakan. Tugas kita hari ini adalah menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta terus berkontribusi membangun Indonesia,” katanya. Husin juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempelajari sejarah secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab dengan merujuk pada sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, memahami sejarah bukan berarti terus terjebak dalam konflik masa lalu. Sebaliknya, sejarah perlu dijadikan sebagai bahan pembelajaran agar berbagai kesalahan dan konflik yang pernah terjadi tidak kembali terulang. “Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Mari kita menghormati para pahlawan dengan menjaga Indonesia tetap damai, bersatu, dan berdaulat,” tuturnya. Ia berharap peringatan 30 September 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme serta menumbuhkan penghargaan terhadap para pejuang yang telah memberikan pengorbanan bagi bangsa dan negara. “Selamat memperingati 30 September 2026. Mari kita mengenang jasa para pahlawan, mengambil pelajaran dari sejarah, serta bersama-sama menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Husin. (rls/Tim Red PPWI)

Lampung Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung sekaligus Pimpinan Media Koran KPK Group, Husin Muchtar, mengajak masyarakat memperingati 30 September 2026 dengan…

View More Lampung Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung sekaligus Pimpinan Media Koran KPK Group, Husin Muchtar, mengajak masyarakat memperingati 30 September 2026 dengan mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurut Husin, peringatan 30 September hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa sejarah bangsa. “Mari kita mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam mempertahankan bangsa dan negara. Semoga nilai perjuangan, keberanian, pengabdian, dan kecintaan kepada Indonesia terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Husin Muchtar, Rabu (30/9/2026). Ia mengatakan, peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut mengakibatkan gugurnya sejumlah perwira Angkatan Darat dan menjadi bagian dari rangkaian sejarah nasional yang hingga kini terus dipelajari. Bagi Husin, mengenang sejarah dan jasa para pahlawan harus diiringi dengan komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi saat ini, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. “Pengorbanan para pahlawan jangan sampai dilupakan. Tugas kita hari ini adalah menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta terus berkontribusi membangun Indonesia,” katanya. Husin juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempelajari sejarah secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab dengan merujuk pada sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, memahami sejarah bukan berarti terus terjebak dalam konflik masa lalu. Sebaliknya, sejarah perlu dijadikan sebagai bahan pembelajaran agar berbagai kesalahan dan konflik yang pernah terjadi tidak kembali terulang. “Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Mari kita menghormati para pahlawan dengan menjaga Indonesia tetap damai, bersatu, dan berdaulat,” tuturnya. Ia berharap peringatan 30 September 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme serta menumbuhkan penghargaan terhadap para pejuang yang telah memberikan pengorbanan bagi bangsa dan negara. “Selamat memperingati 30 September 2026. Mari kita mengenang jasa para pahlawan, mengambil pelajaran dari sejarah, serta bersama-sama menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Husin. (rls/Tim Red PPWI)

Petisioner HAM PBB 2025 Desak Dugaan Penggelapan Kapal Rp30 Miliar, Pemerasan Rp75 Juta dan Dugaan Perlindungan Pejabat Diusut Tuntas sampai ke Akar-Akarnya

Jakarta — Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., yang disebut sebagai petisioner dalam forum Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)…

View More Petisioner HAM PBB 2025 Desak Dugaan Penggelapan Kapal Rp30 Miliar, Pemerasan Rp75 Juta dan Dugaan Perlindungan Pejabat Diusut Tuntas sampai ke Akar-Akarnya