OGAN ILIR, SUMSEL
Pelaksanaan program revitalisasi SD Muhammadiyah Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi perhatian karena sejumlah material bangunan lama masih digunakan dalam proses pekerjaan.
Program revitalisasi tersebut disebut mulai dilaksanakan setelah titik nol pembangunan pada 31 Agustus 2026. Pekerjaan mencakup pembangunan delapan lokal ruang kelas, pembangunan satu unit WC dengan tiga pintu, serta perbaikan bagian lantai yang kondisinya dinilai kurang layak.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah dan pelaksana pada 17 September 2026, pekerjaan dilakukan secara bertahap. Hingga tanggal tersebut, pembangunan disebut baru berjalan pada tiga lokal.
Anggaran program revitalisasi tersebut sebesar Rp964.250.000, bersumber dari APBN melalui bantuan pemerintah untuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, material lama seperti kusen, jendela, pintu dan keramik disebut masih digunakan apabila dinilai masih dalam kondisi layak pakai.
Pelaksana pekerjaan, Edi, mengatakan penggunaan material lama dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi material di lapangan.
«“Kalau masih layak dipakai, kami pakai,” ujar Edi saat memberikan keterangan, Kamis (17/9/2026).»
Edi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar yang menjadi dokumen acuan pekerjaan.
Menurut pihak sekolah, pengerjaan secara bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan proses belajar mengajar agar kegiatan siswa tidak terganggu.
“Jangan sampai siswa tidak belajar, makanya rehab dilakukan bertahap,” demikian keterangan Edi selaku pelaksana. ( Abbas pewarta )
